"weLcomee to my bLog..

Selasa, 23 Oktober 2012

Kira-kira Dong, Beri Makan Anak Jangan Sampai Begini Ya!

Sebagian besar orangtua hanya memastikan bahwa anaknya telah mendapatkan makanan terbaik dan makan secara teratur tanpa memperhatikan apakah anaknya makan dalam jumlah yang tepat. Tanpa disadari anak dapat makan dalam jumlah yang berlebihan dan meningkatkan risiko kegemukan.

Berikut 5 tanda yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak membuat anak makan berlebihan, seperti dilansir Parenting, Jumat (19/10/2012) antara lain:

1. Melambatnya kecepatan makan

Ketika anak merasa perutnya telah cukup penuh, dirinya akan memperlambat kecepatan makan atau berhenti makan sama sekali. Sehingga Anda perlu memperhatikan tanda-tanda ini dan tidak memaksa anak menghabiskan makanannya untuk mencegah anak makan berlebihan.

Jika kecepatan makan anak mulai melambat, tunggu hingga beberapa menit untuk membiarkan perut menyampaikan respon kenyang ke otak. Untuk menghindari membuang-buang makanan, ambil porsi makan yang kecil dan menambahnya sedikit demi sedikit jika anak tampak belum kenyang.

2. Anak tidak cukup lapar untuk makan karena kebanyakan ngemil

Jika anak telah makan makanan ringan sebelum makan, dirinya tidak akan merasa cukup lapar ketika waktu makan tiba dan cenderung bermalas-malasan ketika makan.

Hal ini bukan hanya bergantung pada jumlah camilan saja, tetapi menurut studi dari University of North Carolina menyatakan bahwa jenis camilan yang tinggi gula dan lemak seperti kue dan keripik dapat membuat anak tidak bersemangat untuk makan besar.

Anda perlu memperhatikan camilan apa yang tepat dan tidak mengganggu pola makan anak. Camilan seperti buah stroberi atau apel tidak akan mengganggu nafsu makan anak bahkan membuat anak makan lebih lahap.

3. Porsi makan anak hampir sama dengan porsi makan orangtua

Anak-anak dan orang dewasa memiliki kebutuhan makan yang berbeda sehingga ukuran porsinya juga harus dibedakan. Ukuran porsi makan yang baik adalah sebesar ukuran telapak tangan dan berlaku untuk anak-anak juga.

Untuk makanan ringan, ukurlah porsinya dengan menggunakan satu tangan sekali ambil agar jumlahnya tidak terlalu banyak.

4. Menawarkan makanan ringan untuk meredakan tangis atau kemarahan anak

Ketika anak sedang rewel atau marah bahkan menangis karena suatu hal, jangan meredakannya dengan menawarkan makanan ringan. Yang benar-benar dibutuhkan oleh anak adalah ketenangan yang dapat Anda berikan dengan menawarkan minum, mendengarkan ceritanya atau memberikan pelukan.

Anak mungkin hanya merasa bosan dan menginginkan perhatian Anda. Cobalah untuk mengatasi masalah yang mendasarinya dan menghindari menyogok anak dengan makanan ringan agar melupakan kemarahannya.

5. Pakaian anak mulai terlihat tidak nyaman

Jika pakaian anak perlahan-lahan terlihat terlalu sempit dan tidak nyaman meski panjangnya tetap, hal ini menunjukkan bahwa anak mengalami penambahan berat badan yang tidak sehat. Penambahan berat badan yang sehat di usianya sebagai tanda pertumbuhan disertai dengan penambahan tinggi badan.

Ketika berat badan anak Anda makin meningkat sementara tinggi badannya tetap sama, itu pertanda anak mengonsumsi makanan lebih dari yang dibutuhkannya.

Cara Menjaga Anak dari Pengaruh Buruk Internet

Sebagai orang tua, Anda pasti merasa khawatir apabila putra-putri Anda sering menghabiskan waktu di depan komputer. Terlebih lagi dengan teknologi belakangan ini, mengakses informasi sangatlah mudah.

Ada kekhawatiran si anak akan melihat hal-hal yang tidak sewajarnya atau bahkan malah kecanduan internet. Jangan dulu khawatir, karena ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga si buah hati agar terhindar dari pengaruh buruk internet. Seperti yang dikutip She Knows, ini dia beberapa caranya.

1. Jangan tempatkan komputer di dalam kamar anak. Agar lebih mudah mengawasi buah hati ketika sedang mengakses internet, ada baiknya jika menaruh komputer di ruang keluarga.

2. Bicaralah kepada si kecil mengenai peraturan saat mengekses internet, salah satunya mengenai keamanan saat memasukan data diri ke dalam dunia maya. Misalnya mengingatkan mereka agar tidak memberikan password kepada orang lain yang dikenal. Jika orang tersebut mengetahui kata sandi, mereka juga bisa mengetahui data personal dan menggunakannya utuk hal-hal yang tak bertanggung jawab.

3. Ajarkan pada Anda untuk tidak memberikan alamat rumah. Anda tentunya tidak mau orang yang tak dikenal tiba-tiba muncul di depan rumah Anda. Mungkin hal itu terdengar konyol, tetapi banyak kasus penculikan yang berawal dari saling bertukar alamat rumah.

4. Periksalah akun sosial media anak. Sebagai orang tua, ada baiknya Anda mengetahui akun pribadi putra atau putri Anda. Mungkin terdengar terlalu overprotective, namun hal tersebut baik dilakukan untuk mengawasi perilaku dan pergaulan anak.

5. Gunakan Internet Software Monitoring. Suatu produk software murah yang dapat digunakan untuk memantau kegiatan anak-anak, dengan mengirimkan email pribadi kepada Anda. Anda dapat mengecek situs internet yang sering dikunjungi, download, dan chatting.

8 Cara Efektif Agar Balita Memerhatikan & Mendengar Ucapan Anda

 Anak-anak di usia balita sering menguji kesabaran orangtuanya dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan tidak terlalu memerhatikan dan mendengar ucapan orangtuanya atau pengasuhnya. Bagaimana agar mereka mendengarkan Anda?

Seperti halnya orang dewasa, balita juga bisa tidak mendengarkan apa yang orang lain bicarakan kepadanya. Padahal, pada usia tersebut, sangat penting bagi mereka untuk mendengarkan apa yang orangtuanya arahkan. "Namun, yang sering terjadi adalah anak-anak itu baru mulai medengarkan apa yang kita ucapkan saat kita sudah menyuruhnya hingga sepuluh kali itupun ketika sudah diancam dengan adanya hukuman," ujar Roni Leiderman, dekan dari Family Center di Nova Southeastern University di Fort Lauderdale, Florida.

Sebenarnya bukan tanpa sebab, si kecil tidak mendengarkan apa yang Anda ucapkan. Perilaku tersebut dilakukannya karena dia mencari perhatian orangtuanya. Oleh karena itulah sebaiknya jangan langsung memarahi anak ketika mereka tidak juga mendengarkan omongan Anda. Cobalah untuk mulai mengajarinya untuk memerhatian dan mendengarkan ketika Anda ajak bicara.

Dengan mendengarkan, anak akan paham bagaimana caranya belajar dengan lebih efektif, memerhatikan ada atau tidaknya sinyal-sinyal bahaya, bisa lebih dekat dengan orangtuanya, guru-gurunya, dan juga orang lain yang ada di sekitarnya yang harus ia hormati. Ketika anak mau mendengarkan, dia juga bisa belajar untuk berteman dengan lebih baik.

Ada banyak cara yang dapat orangtua lakukan untuk mengajarkan si kecil keterampilan untuk mendengar. Leidermen juga mengatakan bahwa tidak ada batasan usia kapan seorang anak harus belajar mendengar. Anda bisa memulainya sejak dini. Berikut ini cara efektif yang bisa dilakukan orangtua agar anak mau belajar mendengar dan memerhatikan ucapan orang lain seperti dikutip Baby Center:

1. Sejajarkan Posisi
Jika Anda berada pada posisi yang sejajar dengan buah hati ketika mengatakan sesuatu, akan menjadi lebih efektif dibanding melakukan hal yang sebaliknya. Jongkok atau angkat anak agar sejajar dengan Anda sehingga dia dapat bertatapan mata dan memerhatikan anda. Anak akan mendengarkan orangtua mereka dengan lebih baik ketika Anda duduk bersama-sama dengan mereka di meja makan saat memintanya untuk menghabiskan makanannya ataupun duduk di kasur mereka ketika akan mematikan lampu kamar dan menyurunya tidur.

2. Katakan Pesan dengan Jelas
Katakan pesan Anda dengan jelas, simpel, dan penuh otoritas. Anak-anak akan bosan, keluar dan meninggalkan topik pembicaraan yang Anda bahas dengannya jika apa yang dibicarakan sudah terlalu panjang bagi mereka. Sangat membingungkan bagi si kecil untuk menangkap arti dari pesan panjang yang bertele-tele. Misalnya Anda mengatakan, "Akhir-akhir ini sering hujan, kamu juga sedang sakit, jadi pakai jaketmu saat kita pergi belanja". Akan lebih efektif jika anda cukup mengatakan , "Ayo pakai jaketmu". Usahakan Anda tidak mengucapkan hal-hal yang bisa membuatnya bisa bernegosiasi jika anak sebenarnya tidak mempunyai pilihan. Misalnya "Masuk ke mobil sekarang, oke sayang?" Tetapi langsung saja katakan "Ayo saatnya masuk ke mobil."

3. Tindak Lanjuti dengan Cepat
Katakan dengan jelas apa yang hendak Anda katakan dan jangan membuat janji atau ancaman yang tidak akan Anda lakukan, jika Anda mengatakan kepada anak untuk memakan rotinyan saat sarapan, jangan biarkan dia makan cokelat sebelumnya kemudian memarahinya karena dia kemudian jadi tidak doyan pada rotinya. Contoh lainnya, misalnya Anda memberinya time-out saat dia memukul teman atau orangtuanya. Pastikan Anda memang konsisten melakukan hal itu dan usahakan pasangan sudah tahu mengenai hal ini sehingga tidak mengintervensi.

Selain itu tindaklanjutilah segala hal dengan cepat. Anda tidak akan mengharapkan anak baru mendengarkan untuk tidak berlarian menyebrangi jalan setelah anda meneriakannya sebanyak lima kali tentunya. Begitu juga jangan mengulangi perintah-perintah yang tidak terlalu penting berkali-kali. Misalnya ketimbang mengatakan kepada anak untuk menutup gelasnya berulang-ulang, tuntun saja tangannya untuk menutup gelas yang diletakkannya di meja sehingga ia tahu apa yang Anda ingin ia lakukan.

4. Perkuat Pesan
Ketika Anda menyampaikan sesuatu kepada anak, lakukanlah dengan menambahkan kegiatan lain untuk menekankannya. Misalnya ketika mengatakan, "Sudah waktunya tidur", berikan isyarat visual seperti jentikan jari anda dan matikan saklar lampu. Isyarat fisik seperti meletakkan tangan Anda di bahunya agar ia mengalihkan perhatiannya dari bonekanya kepada Anda juga bisa dilakukan. Demonstrasikan pesan Anda misalnya dengan menuntunnya ke tempat tidurnya, menarik selimut, dan menepuk-nepuk bantalnya.

5. Berikan Peringatan
Berikan anak peringatan jika Anda ingin membuat suatu perubahan yang besar. Lakukan hal ini terutama jika ia terlihat sedang asyik bermain dengan mainan-mainannya atau temannya. Misalnya saja, ketika Anda akan mengajaknya pergi ke luar rumah. Katakan padanya, "kita akan pergi dalam lima menit. Kalau kamu ibu panggil, langsung cuci tangan dan pakai sepatu ya".

6. Instruksi yang Realistis
"Jika oran tua menyuruh anaknya yang berusia dua tahun untuk meletakkan mainannya, sudah pasti anak tersebut akan menolaknya," ujar Leiderman. Berikan tugas yang lebih realistis seperti "Taruh blok yang kuning lebih jauh." Lalu anda dapat membuatnya menjadi permainan yang lebih menarik semisal "Bagus, sekarang ayo letakkan blok yang biru".

7. Motivasi
Berteriak mungkin berfungsi pada beberapa anak. Namun, tidak ada seorang anak pun yang akan menikmati proses tersebut. Kebanyakan anak-anak akan lebih mendengarkan jika Anda menyampaikannya dengan diselingi lelucon. Misalnya, jika Anda menyampaikannya dengan suara yang konyol ataupun jika Anda menyampaikannya sepeti lagu.

Anda dapat mengatakan kepada mereka, "Ini saatnya untuk sikat gigi," dengan nada lagu "London Bridge". Dan selipkan kata - kata yang bertujuan untuk mematuhi perintah di atas dengan aturan-aturan yang konyol. Misalnya "Setelah menyikat gigi, kamu boleh memakai gaun favoritmu." Cara ini lebih menyenangkan dibandingkan dengan ucapan, "Sikat gigimu atau gigimu akan bolong," atau malah "Sikat gigimu SEKARANG!". Dan jangan lupa untuk memujinya ketika mereka sudah menyikat giginya dengan baik.

Rasa humor yang baik, kasih sayang dan kepercayaan Anda ketika menyampaikan sesuatu kepada merekalah yang akan membuat anak mau mendengarkankarena mereka mengetahui bahwa orangtuanya menyanyangi dan menganggap mereka spesial. Ini adalah aspek yang paling penting ketika orangtua menyampaikan hal-hal yang membutuhkan ketegasan. Memberikan instruksi yang tegas ataupun penuh dengan otoritas bukan berarti Anda harus menjadi orang yang pemarah. Pesan tersebut akan menjadi lebih kuat jika Anda menyertainya dengan pelukan atau senyuman. Jadi anak belajar bahwa memperhatikan Anda adalah sesuatu yang berharga.

8. Beri Contoh
Anak-anak usia pra sekolah akan menjadi pendengar yang baik jika ia tahu bahwa orangtuanya juga pendengar yang baik. Dengarkan anak sebagaimana Anda ingin mereka melakukan hal yang sama terhadap Anda. Tatap ia ketika berbicara, berikan jawaban yang sopan, biarkan anak bicara hingga selesai tanpa mengiterupsi pembicaraannya. Meskipun misalnya ia berbicara sangat panjang ketika Anda sedang memasak dan sangat cerewet, cobalah untuk tidak pergi dan meninggalkannya.

Senin, 15 Oktober 2012

Trik Menyiasati Dapur Sempit Agar Tampak Lebih Luas

Tidak sedikit keluarga yang senang berkumpul di dapur untuk melakukan kegiatan bersama seperti memasak. Ukuran dapur yang sempit pun seringkali menjadi kendala karena terasa tidak nyaman untuk berkumpul.

Namun dengan beberapa trik, dapur sempit Anda dapat disulap menjadi terasa lebih luas. Lalu bagaimana caranya? Berikut tips dari iVillage yang dapat membantu Anda.

1. Tempat Penyimpanan yang Tepat
Untuk dapur yang sempit, kabinet yang memiliki banyak rak dengan pintu yang bisa ditarik dapat menjadi pilihan. Saat tidak digunakan pintu kabinet dapat didorong kembali sehingga selain menghemat space ruangan, bahan makanan yang disimpan juga lebih higienis dari debu dan kotoran.

2. Modifikasi Kabinet
Modifikasi kabinet lama Anda yang seluruh bagiannya terbuat dari kayu menjadi berdetail kaca pada bagian pintu, kaca tersebut dapat Anda tempelkan di atas pintu kayu maupun menggantinya secara keseluruhan. Kaca membuat efek ruangan nampak lebih luas.

3. Pencahayaan yang Tepat
Cahaya lampu yang mengarah ke meja dapur dapat membuat keseluruhan dapur nampak lebih luas. Selain itu, gunakan warna-warna cerah saat mendekorasi dapur Anda.

4. Kabinet Tinggi
Kabinet yang tingginya mencapai langit-langit dapur dapat memuat banyak peralatan dapur Anda tanpa membuat dapur menjadi sempit karena lebarnya. Letakkanlah peralatan dapur yang sering digunakan di rak bagian bawah kabinet sehingga mudah dijangkau sedangkan peralatan dapur seperti piring koleksi Anda yang jarang digunakan di bagian atas kabinet.

5. Pemandangan Luar Ruangan
Buatlah jendela dapur berukuran besar yang langsung menghadap ke luar rumah sehingga Anda dapat menikmati pemandangan selagi memasak. Selain menyenangkan, trik ini dapat membuat dapur sempit Anda tampak lebih luas.

6. Mengurangi Peralatan Dapur
Dapur sempit yang berantakan biasanya disebabkan karena banyaknya peralatan tak terpakai yang menumpuk di dapur. Untuk itu, singkirkanlah peralatan dapur yang tidak terpakai lagi dengan cara memberikannya kepada orang yang membutuhkan ataupun dijual kembali sehingga dapur Anda menjadi lebih luas.

7. Bangun Ruangan Makan
Beberapa dapur dipersempit karena letak meja makan yang berada di dalam dapur. Untuk itu, buatlah satu ruangan terpisah yang khusus untuk ruang makan. Selain untuk ruang makan, ruangan tersebut juga sebaiknya dilengkapi dengan kabinet untuk menyimpan peralatan dapur yang jarang dipakai agar dapur menjadi lebih luas.

8. Laci Penyimpanan
Simpanlah peralatan dapur dan peralatan makan yang telah dicuci di laci penyimpanan yang letaknya di dekat wastafel. Jika wastafel dapur Anda tidak dilengkapi dengan laci penyimpanan di sekitarnya, Anda dapat dengan mudah mencari laci penyimpanan tersebut di toko yang menjual peralatan rumah tangga.

9. Kosongkan Meja Dapur
Peralatan dapur yang diletakkan di atas meja dapur dapat membuat dapur menjadi sempit. Untuk itu, tempatkanlah microwave, toaster, pembuka kaleng, dan rak bumbu-bumbu di bawah meja dapur.

10. Dinding Terbuka
Jika meja makan Anda bersebelahan dengan dapur, pertimbangkanlah untuk menyekatnya dengan dinding yang terbuka. Selain membuat ruangan nampak lebih luas, dinding yang terbuka ini dapat memudahkan Anda untuk memindahkan masakan ataupun peralatan dari dapur ke meja makan.

11. Buat Rak Terbuka
Buatlah rak terbuka yang menempel di dinding untuk memajang koleksi piring, gelas, dan teko Anda yang berwarna-warni. Warna-warni cerah tersebut dapat membuat dapur yang sempit terkesan lebih luas. Jika Anda tidak ingin membuat rak baru, Anda dapat melepas pintu penutup kabinet Anda dan mewarnai bagian dalamnya dengan warna cerah sehingga dapur terasa lebih terbuka.

7 Trik Agar Tetap Konsisten Saat Terapkan Kedisiplinan Pada Anak

Membuat anak untuk disiplin melakukan kewajibannya memang tidak mudah. Kondisi ini bisa semakin parah ketika orangtua juga tidak konsisten menerapkan peraturan yang mereka buat.

Ketidakonsistenan tersebut bisa terjadi karena banyak hal, misalnya ketika Anda lelah atau stres. Ketimbang semakin capek karena harus menghadapi anak yang marah saat tidak menurut, Anda memilih membiarkannya melanggar aturan yang sebenarnya sudah disepakati bersama.

Sal Severe, penulis buku 'How to Behave So Your Child Will Too' mengatakan bahwa sikap tidak konsisten dapat membuat buah hati merasa ragu-ragu, tidak aman, dan bingung. Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan dari Aviva Pflock, penulis buku parenting yang menyatakan bahwa konsistensi sebenarnya membuat anak-anak merasa nyaman.

Lalu apa saja yang dapat orangtua lakukan untuk menjaga konsistensi ketika menerapkan disiplin pada anak? Berikut triknya seperti dilansir dari Baby Center.

1. Tentukan Prioritas
Sesuatu yang terlalu berlebihan tidak akan baik, begitu pula jika Anda berusaha mendisiplinkan terlalu banyak peraturan sekaligus pada anak. Pilihlah satu atau dua peraturan yang ingin Anda disiplinkan pada buah hati agar Anda tidak kewalahan dalam menjalankannya sehingga dapat konsisten.

2. Bersabar
Saat-saat awal anak memiliki kewajiban baru yang harus dilakukan, kadang mereka tidak memahami betul bahwa peraturan tersebut harus mereka patuhi. Hal ini wajar mengingat usia anak yang belum dewasa. Maka itu, bersabarlah untuk menunggu terjadinya perubahan pada buah hati karena apa yang Anda inginkan kadang tidak bisa Anda dapatkan secara mudah dan cepat.

3. Menulis Peringatan
Catatlah beberapa peringatan yang harus Anda patuhi sendiri di tempat-tempat yang tidak jauh dari pandangan seperti 'jangan berdebat' atau 'jangan menyerah jika anak merengek'. Selain itu, selalu ingatkan diri Anda sendiri tentang prinsip 3C yaitu Calm (tenang), Consistency (konsistensi), dan Caring (perhatian).

4. Pertimbangkan Jangka Waktu
Semua orang membutuhkan waktu, struktur, dan tidak dalam keadaan stress saat melaksanakan konsistensi. Maka itu, janganlah menetapkan peraturan baru tentang bagaimana si kecil harus disiplin tidur lebih awal setelah liburan kenaikan kelas tepat sehari sebelum memulai tahun ajaran baru, baru punya adik bayi atau akan pindah rumah.

5. Siap Menerima Perlawanan
Sebagaimanapun Anda konsisten pada peraturan yang dibuat, tidak menutup kemungkinan anak akan memberikan respon yang buruk dan berusaha kembali ke kebiasaan lama. Jika hal tersebut terjadi, jangan merasa putus asa karena hal tersebut normal. Terimalah perlawanan sementara yang dilakukan anak karena dapat membuatnya tidak terlalu merasa frustasi sementara Anda dapat tetap konsisten pada apa yang dijalani.

6. Meminta Bantuan
Saat berkomitmen untuk mendisiplinkan buah hati, mintalah bantuan dari pihak-pihak lain yang memiliki pengaruh bagi kehidupan anak untuk mempermudah misi Anda mengubah sikap buruknya. Pihak-pihak yang bisa Anda mintai bantuan antara lain teman Anda, guru sekolah atau guru les, pengasuh, atau kakek-nenek.

7. Buat Pengecualian
Sesekali buatlah pengecualian secara sengaja sebagai hadiah bagi anak yang selalu disiplin. Misalnya saja membebaskan dia dari peraturan membereskan kamar tidurnya selama ia menginap di rumah kakek-nenek. Hal ini dapat meningkatkan kedisiplinan buah hati pada peraturan yang ada karena ia merasa senang menjalankannya.

8 Do's & Don'ts Merawat Kulit Bayi

 img

Kulit bayi terutama yang baru lahir masih sensitif sehingga Anda harus merawatnya dengan baik. Pemilihan produk bayi yang tidak tepat bisa menyebabkan masalah pada kulitnya. Ini yang perlu Anda ketahui soal bagaimana merawat kulit bayi:

1. Biasanya, bayi dimandikan dengan air hangat. Sebelumnya, tes dulu kondisi air yang akan digunakan bayi mandi dengan lengan atau siku Anda, jangan sampai terlalu panas atau dingin. Air yang terlalu panas bisa membuat kulit bayi menjadi kering.

2. Gunakan produk mandi yang diformulasikan khusus untuk bayi. Kandungan sabun untuk orang dewasa terlalu kuat untuk kelit si kecil, oleh karena itu, jangan sekali-kali menggunakan sabun Anda untuk memandikan buah hati.

3. Pijatlah tubuh si kecil dengan baby lotion setelah selesai mandi. Baby lotion akan menambah kelembaban kulit, sedangkan pijatan akan membuat si kecil lebih rileks. Penelitian yang dilakukan Touch Research Institute, Miami mengungkapkan bahwa memijat bayi sejak lahir terbukti mampu menaikkan berat badan bayi 47%. Bayi juga menjadi lebih sehat dan responsif.

4. Popok sekali pakai dapat membuat kulit si kecil teriritasi dan membuatnya memerah. Pastikan Anda tidak memakaikan popok sekali pakai terlalu ketat untuk menghindari hal tersebut.

5. Udara yang dingin dan kering bisa membuat kulit si kecil menjadi kering dan teriritasi. Oleh karena itu, jika udara sedang tidak bersahabat untuk kulit si kecil, oleskanlah lotion khusus padanya.

6. Agar si kecil semakin nyaman, gunakanlah bahan yang 100 persen terbuat dari katun. Bahan ini baik dalam menyerap keringat dan lembut di kulit si kecil.

Hindari membeli baju yang berbahan sintesis seperti nylon dan polyester. Bayi belum dapat mengontrol aktivitasnya, sehingga jika ia bergerak terus akan mudah berkeringat. Bahan nylon dan polyester tidak mudah menyerap keringat dan dapat menimbulkan risiko kulit kemerahan akibat gatal-gatal.

7. Hindari menggunakan produk yang mengandung bahan kimia terlalu banyak. Sebaiknya pilihlah produk perawatan untuk si kecil yang mengandung bahan organik.

8. Jika Anda dan si kecil ingin menghabiskan waktu bersama di taman bermain dan di bawah matahari langsung, sebaiknya jangan lupa melindungi wajahnya dengan topi. Pilih busana yang menyerap keringat seperti katun dan tertutup agar si kecil tetap nyaman bearktifitas dan terhindar dari sinar UV.

Pentingnya Kedekatan Ayah dengan Anak Perempuannya

Tak hanya ibu, seorang ayah juga memiliki pengaruh tak kalah besar terhadap perkembangan anak, terutama putrinya. Ayah berperan penting dalam membentuk cara berpikir anak perempuannya terhadap lingkungan, teman maupun kaum pria yang kemudian hari bisa diterapkannya saat dewasa.

Michael Austin, seorang profesor filsafat seperti dilansir She Knows menegaskan bahwa perilaku ayah bisa dijadikan contoh bagi kehidupan anak perempuannya walaupun cara pandang mereka berbeda. Oleh karena itu, penting bagi para ibu untuk lebih banyak melibatkan suami dalam pengasuhan anak. Apa saja yang bisa dilakukan seorang ayah dan seberapa penting pengaruhnya terhadap perkembangan putrinya?

1. Tahap Bayi Sampai Balita
Kebanyakan rutinitas merawat bayi seperti mengganti popok, mandi, menemani tidur, dan menenangkan tangisan dilakukan oleh ibu. Begitu pula saat sudah beranjak balita, ayah yang sibuk tidak punya banyak waktu untuk bermain dengan buah hatinya. Menurut Austin, sangatlah penting seorang ayah membantu merawat bayinya dan menghabiskan waktu untuk bermain dengan putrinya yang berusia balita.

2. Tahap Pra-Remaja Sampai Remaja
Pada masa pra-remaja kebanyakan anak perempuan menjadi moody dan tidak mau bercerita kepada orang tua terutama ayah. Untuk itu, ayah harus membangun kepercayaan putrinya agar mau bercerita dengannya dengan cara saling menghormati saat bercerita. Begitu pula saat beranjak remaja, ayah harus tetap menjaga kepercayaan putrinya dan membantu mencarikan solusi untuk masalah yang dihadapi putrinya.

3. Pengaruh Ayah Terhadap Harga Diri
Ayah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga diri putrinya. Ayah yang mendidik putrinya dengan cara selalu menyemangatinya, peka terhadap perasaannya, mau mendengarkan ceritanya, dan ikut terlibat dalam hobinya akan membentuk kepercayaan diri sang buah hati.

4. Pengaruh Ayah Terhadap Hubungan Asmara
Gadis yang memiliki sudut pandang positif tentang ayahnya kebanyakan ingin mencari pria yang seperti ayahnya untuk dijadikan teman hidup. Untuk itu, sangat penting bagi seorang ayah untuk menyayangi putrinya dan menghormati ibunya agar buah hati merasa bahwa sang ayah menghormati wanita dan kelak mencari pria yang menghormati dirinya.

img

Cara Membersihkan Wajah Sesuai Jenis Kulit

 img

Setiap orang mempunyai jenis kulit wajah yang berbeda-beda. Begitu pula dalam melakukan perawatan. Anda perlu memperhatikan cara mencuci wajah yang baik agar masalah pada wajah Anda bisa teratasi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menyimak empat trik berikut yang dilansir dari eHow.

1. Kulit Normal
Bagi Anda yang tidak mempunyai masalah dengan kulit wajah, sebaiknya cuci muka dua kali sehari. Bersihkan setiap pagi menggunakan air dingin dan pembersih wajah untuk menghilangkan kotoran dan minyak yang menempel selama Anda tidur. Setelah wajah kering, oleskan pelembab, lalu taburi make up sebelum beraktivitas.

Saat sore hari, basuh wajah dengan pembersih muka yang biasa Anda gunakan sehari-hari. Kemudian, terapkan facial scrub bila Anda memakai make up yang cukup 'berat'. Anda juga perlu memakai pembersih make up untuk menghilangkan maskara atau eyeliner yang digunakan pada mata. Namun, jangan menscrub wajah setiap hari, karena dapat membuat wajah kering.

2. Kulit Berminyak
Jika Anda memiliki kulit wajah yang berminyak butuh sedikit perhatian ekstra dalam melakukan perawatan. Hal itu juga tergantung bagaimana cara Anda mencuci wajah. Minyak dan kotoran yang nempel pada wajah bisa memperbesar pori-pori sehingga tampak berminyak. Untuk mengatasinya, bersihkan wajah minimal 2 kali sehari menggunakan pembersih muka khusus untuk kulit berminyak. Jika Anda memakai make up atau pelembab, cari produk yang bebas minyak. Cuci muka setiap pagi dan sore. Namun, alangkah baiknya kalau membersihkannya lagi sebelum Anda tidur. Gunakan pembersih wajah dan toner yang memang dibuat untuk menghilangkan minyak berlebihan.

3. Kulit Kering
Jenis kulit wajah yang kering membutuhkan perawatan special ketika membersihkannya. Basuh wajah saat pagi hari dengan air dingin tanpa menggunakan pembersih wajah. Kemudian, pilih pelembab yang cocok dengan jenis kulit kering sehingga dapat menjaga kulit Anda ketika beraktivitas. Pada malam hari, bersihkan kembali wajah Anda dengan menggunakan pembersih muka serta produk penghapus make up. Setelah itu, bersihkan wajah dengan sabun, lalu ditutup dengan pelembab.

4. Kulit Berjerawat
Wajah Anda jerawatan? Jangan menyerah ketika melakukan perawatan. Coba dimulai dengan memperhatikan cara yang tepat ketika mencuci muka. Jika Anda menggunakan tisu pembersih wajah atau produk scrub, usapkan dengan lembut dan perlahan, karena kalau digosok terlalu keras bisa membuat jerawat makin meluas. Pakai pembersih wajah yang memang khusus untuk kulit berjerawat. Jika hal itu belum bisa mengatasi masalah Anda, beli krim yang hanya dioleskan pada jerawat membandel dan terapkan selama Anda tidur. Krim tersebut membantu menghilangkan jerawat yang mengganggu penampilan.

10 Kesalahan Paling Umum Saat Wawancara Kerja

Panggilan untuk wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pelamar kerja. Wajar saja bila Anda bersemangat untuk menghadapinya. Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena tak sedikit orang cenderung melakukan kesalahan saat wawancara kerja. Seperti dilansir oleh Cosmopolitan, terdapat sepuluh kesalahan yang umumnya dilakukan oleh calon pekerja wanita

1. Menjawab dan Menjelaskan Secara Klise
Salah satu kesalahan yang dilakukan saat interview, yaitu menjelaskan atau menjawab pertanyaan yang diberikan dengan klise. Misalnya Anda mengatakan bahwa "Ini pekerjaan impian saya". Sebaiknya yang harus dilakukan adalah menjelaskan seberapa besar Anda berguna bagi perusahaan yang dilamar.

2. Menjelek-jelekkan Bos Lama
Meskipun atasan lama Anda sosok orang yang kejam atau galak, namun alangkah baiknya jika Anda tidak menjelek-jelekkan bos lama kepada si pewawancara. Karena jika mengatakannya, Anda akan dinilai tidak respek pada atasan, termasuk pada bos baru Anda nantinya.

3. Meminta Jatah Cuti
Cuti memang merupakan hak setiap pekerja, namun jangan bicarakan di awal wawancara. Meminta jatah cuti agar bisa berlibur bersama pasangan saat baru diwawancara kerja bukanlah ide yang baik. Sebab, pewawancara ingin mendengar sebesar apa kontribusi yang akan Anda berikan pada perusahaan saat diterima nantinya.

4.Minum
Saat sedang diwawancara, jangan pernah Anda minum sesuatu meskipun Anda sedang sangat haus. Jika memang minuman telah disediakan oleh kantor tersebut, sebaiknya Anda meminumnya saat wawancara kerja selesai. Hindari juga minuman berkafein sebelum wawancara, selain menciptakan bau mulut, kafein juga dapat merusak konsentrasi saat wawancara dan membuat Anda cepat haus.

5. Berdandan Sangat Seksi
Jangan sampai Anda datang untuk wawancara kerja dengan dandan terlalu berlebihan. Hal tersebut dapat membuat Anda dinilai lebih mementingkan penampilan ketimbang otak. Sebaiknya Anda berbusana yang rapi dan sopan. Hindari memakai baju yang transparan atau atasan berbelahan dada rendah. Sebanyak 95 persen perekrut kerja mengaku, berpakaian terlalu seksi dapat membuat si pelamar kerja dicoret dari daftar kandidat pekerja.
6. Membicarakan Gaji
Semua pewawancara tahu bahwa orang cenderung pindah kerja untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Namun jangan pernah menanyakan soal gaji jika mereka tidak memulainya, termasuk juga untuk negosiasi gaji. Karena hal tersebut terbilang sensitif. Jadi sebaiknya diungkapkan pada waktunya nanti.

7. Terlalu Santai
Memiliki chemistry dengan calon bos memang sangat penting dalam sebuah interview, namun bukan berarti Anda juga bebas berbicara seenaknya dengan mereka. Sebanyak 83 persen perekrut kerja mengungkapkan, jika Anda menganggap seorang pewawancara kerja seperti sebagai teman, Anda akan dianggap tidak sopan.

8. Berpakaian Tidak Rapi
Meskipun kantor yang akan Anda datangi memiliki aturan yang sangat longgar dalam berbusana, bukan berarti Anda bebas menggunakan jeans dan kaus saat interview. Gunakan saja celana panjang hitam dengan blouse yang rapi. Karena sebanyak 95 persen perekrut kerja mengharapkan si pelamar kerja datang dengan pakaian formal saat interview.

9. Tidak Mematikan Ponsel
Ponsel berdering saat sedang melakukan wawancara kerja hanya dapat mengganggu dan membuat peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan hilang. Selain tidak sopan, Anda juga akan dianggap tidak serius. Sebanyak 91% perekrut kerja mengatakan mereka akan segera mencoret Anda dari daftar salah satu kandidat pekerja jika melakukan hal itu.

10. Datang Terlambat
Tak peduli apapun alasannya, 91% perekrut kerja mengatakan bahwa mereka yang datang terlambat saat interview akan langsung ditolak. Bukan saja dianggap sebagai orang yang tidak disiplin, Anda juga akan dinilai sebagai orang yang tidak peduli dengan pekerjaan yang akan diterima dan tidak menghargai waktu.

9 Pertanyaan Tersulit Saat Wawancara Kerja

Seseorang akan dipanggil wawancara terlebih dahulu sebelum diterima bekerja. Momen ini adalah saat dimana Anda akan dinilai dan dikenal secara singkat oleh perekrut dari perusahaan. Dari sekian banyak kandidat yang tersaring, wawancara kerja akan menentukan apakah Anda layak diterima atau tidak.

Bagi pewawancara, pertanyaan yang diberikan haruslah kreatif dan menjawab apa yang dicari dari sebuah jabatan. "Pertanyaan tak hanya digunakan untuk menentukan kemampuan berpikir dan menjawab seseorang secara langsung, namun juga melihat kreativitas dan kemampuan menyelesaikan masalah," ujar Dale Austin, direktur pelayanan karir di Hope College, Michigan kepada situs Forbes.

Beda dengan apa yang dikatakan oleh headhunter (pencari kandidat kerja) veteran, Chuck Pappalardo. Ia menjelaskan bahwa pertanyaan yang diajukan tergantung pada kepentingan dari perusahaan itu sendiri. "Kebanyakan pertanyaan bertujuan mengukur apakah seseorang bisa bekerja di tempat mereka, dan memiliki latar belakang yang tepat sebagai pegawai yang baik, ujarnya menambahkan.

Berikut 9 pertanyaan sulit yang dilontarkan para perekrut dan jawaban yang sebaiknya Anda berikan untuk memberikan impresi terbaik di matanya.

1. Aktivitas selama menganggur?

Saat berhenti bekerja dari tempat yang lama, mungkin Anda belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Sebaiknya Anda memang memiliki aktivitas untuk mengisi kekosongan tersebut. Jawablah dengan daftar kegiatan Anda yang positif, karena pewawancara akan memaklumi bahwa mencari pekerjaan tidaklah mudah dan menghargai usaha Anda untuk tetap sibuk selama menganggur.

2. Masalah terakhir yang Anda selesaikan?

Pertanyaan kreatif ini bertujuan mengenali kemampuan Anda dalam menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah. Dengan mengingat masalah apa yang Anda temui di pekerjaan sebelumnya, dan bagaimana cara menyelesaikannya, pewawancara bisa membayangkan seperti apa karakter profesional Anda.

3. Kekurangan/kelemahan diri Anda?

"Orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini justru terlihat aneh dan mengkhawatirkan," ujar Jim Link, direktur manajer perusahaan sumber daya Randstad. Tidak ada yang salah dengan menyebutkan kelemahan diri, namun buatlah kelemahan tersebut sebagai sesuatu yang positif.

4. Risiko terbesar yang pernah Anda ambil?

"Beberapa posisi membutuhkan kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat saat mengalami kegagalan," ujar Dale Austin. Hal ini penting bagi pewawancara untuk melihat seberapa beranikah diri Anda untuk menempuh sebuah jalan yang baru untuk sukses atau mengatasi kegagalan.

5. Kritik seperti apa yang pernah didapat dan apa yang dilakukan menghadapinya?

Biasanya, pewawancara akan menanyakan hal ini dengan meminta Anda untuk bercerita. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kritik yang pernah menempel pada diri Anda dan upaya apa saja yang telah dilakukan untuk memperbaikinya.

6. Bagaimana menghadapi tim kerja yang tidak sejalan dengan Anda?

Lynne Sarikas, direktur pengembangan karir di Universitas Bisnis Northeastern, menjelaskan bahwa pertanyaan ini harus dijawab dengan seberapa fleksibel karakter Anda menghadapi tim kerja yang tidak sejalan. Saat pewawancara memahami apa yang terjadi dengan tim kerja sebelumnya, ia juga akan membayangkan pengalaman seperti apa yang telah Anda dapat dari 'ketidakcocokan ide' tersebut.

7. Perubahan apa yang ingin Anda lakukan dari pekerjaan terakhir?

Jangan sampai terjebak dengan pertanyaan ini. Membicarakan tentang kejelekan sistem kantor, rekan kerja, atasan dari kantor sebelumnya sangat tidak dianjurkan. Cukup fokus kepada perubahan diri sendiri dan performa kerja yang ingin dicapai lebih baik. Banyak pelamar yang terjebak menjadi 'curhat' tentang perusahaan sebelumnya dan justru malah mencoreng nama baik mereka sendiri.

8. Ceritakan tentang diri Anda

Terdengar simpel, namun tidak demikian. Kebanyakan orang akan mengulang apa yang telah dituliskan di C.V dan bukan itu yang ingin didengar pewawancara. Jana Fallon, ahli rekrut pegawai mengatakan, "jawab dengan singkat sekitar satu sampai dua menit. Ceritakan tentang pendidikan, pengalaman kerja dan fokus di aktivitas pekerjaan terakhir. Tetap di jalur profesional, jangan sampai melewatkan poin-poin plus diri Anda.”

9. Kenapa kami harus merekrut Anda?

Pertanyaan yang paling sering diajukan, namun paling tidak siap dijawab oleh tiap pelamar. Pelajarilah posisi yang Anda lamar, dan apa kelebihan diri Anda yang bisa ditawarkan. Perekrut juga ingin tahu keahlian dan pengetahuan yang Anda miliki terkait dengan posisi yang ditawarkan. Jawaban yang berhubungan dengan pengalaman dari posisi terakhir Anda bisa menjadi referensi yang menarik.

Ajarkan si Kecil Memakai Sendok Sejak Usia 10 Bulan










Sebagian besar bayi tidak diajarkan menggunakan sendok hingga berusia satu tahun. Orang tua justru menyuapinya saat makan. Karena tidak dilatih, si kecilpun akan kesulitan menggunakan sendok saat menyuap makanannya.

Di usia 10 bulan, anak harus diajarkan memegang sendok makannya. Tujuannya untuk melatih saraf motoriknya hingga menjadi lebih terampil menggunakan sendok. Jika sudah terlatih makananpun bisa mendarat sempurna di mulutnya.

Saat melatihnya, pilihkan jenis makanan yang mudah menempel pada sendok. Seperti yogurt, mashed potatoes, oatmeal, makaroni dan keju, sayur dan buah yang dihaluskan.

Jika Anda khawatir si kecil tidak mendapatkan makanan yang cukup, bisa dibantu dengan menyuapinya. Misalnya, suapi dua sendok makan setelah ia menyuap makanannya sendiri dan bisa dilakukan berulang. Cara ini cukup efektif untuk mencegah terjadinya kurang asupan nutrisi pada anak.

Jangan lupa buatlah waktu makan jadi hal yang menyenangkan, agar nafsu makannya meningkatkan. Orang tua dan pengasuhnya perlu lakukan hal ini untuk membantu si kecil bersikap baik saat makan.

Saat belajar makan si kecil akan mengingat jenis makanannya. Saat seperti ini, orang tua perlu kesabaran lebih agar si kecil dapat mempelajari berbagai macam rasa dan tekstur dari makanan barunya.

Ajarkan si Kecil Memakai Sendok Sejak Usia 10 Bulan

4 Perkataan yang Buat Anda Gagal dalam Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan saat yang menentukan bagi para pencari kerja. Berbagai persiapan tentunya Anda lakukan sebaik mungkin agar tidak mengecewakan si pewawancara.

Di antara para pelamar kerja lainnya, tentu saja Anda ingin memberikan sesuatu yang terbaik dan menjadi satu-satunya orang yang terpilih untuk menempati posisi yang diinginkan. Menurut situs Boldsky, ada empat hal yang tidak boleh Anda katakan ketika sedang interview pekerjaan. Apa sajakah itu?

1. Menanyakan Tentang Cuti dan Kebijakan
Setiap karyawan tentu ingin menikmati libur panjang atau mendapatkan cuti, namun itu bukanlah hal yang tepat untuk ditanyakan ketika sedang interview kerja. Anda belum tentu diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut, jadi hindari berbicara tentang cuti. Jika menanyakan hal tersebut, maka Anda akan terlihat tidak bertanggung jawab dan ceroboh. Jadi sebaiknya tunjukkanlah dedikasi dan keingininan Anda untuk bekerja.

2. Mengatakan Bahwa Anda Tidak Menyukai Pekerjaan Sebelumnya
Ketika ditanya tentang pekerjaan sebelumnya, jangan awali jawaban Anda dengan keluhan. Anda harus menggambarkan bahwa pekerjaan sebelumnya cukup menyenangkan. Namun sebaiknya berikanlah alasan yang tepat mengapa Anda keluar dari kantor sebelumnya.

3. Berapa Gaji yang Akan Didapat
Anda tidak memiliki hak untuk menanyakan hal ini kepada interviewer. Si pewawancara akan menanyakan beberapa hal, dan Anda cukup menjawab apa yang mereka tanyakan. Jika Anda ingin bertanya, sebaiknya tanyakan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan. Jika interviewer menanyakan berapa gaji yang Anda harapkan, Anda cukup menjawab, "saya yakin perusahaan akan memberikan gaji yang sesuai dengan pekerjaan saya."

4. Apakah Saya Harus Menggunakan Pakaian Formal?
Ini adalah pertanyaan yang tidak harus Anda tanyakan ketika sedang interview kerja. Di dunia profesional, Anda harus bersikap matang. Ada beberapa peraturan dan tata tertib dalam perusahaan yang harus Anda ikuti. Saat menjalani interview, yang terpenting adalah Anda harus percaya diri dan buatlah diri Anda senyaman mungkin.
Good Luck..

15 Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak

Memiliki anak yang kreatif dan cerdas adala impian semua orang tua. Membangun kecerdasan anak, sepenuhnya adalah kewajiban Anda sebagai orang tua. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak.

 Seperti dilansir dari ivillage, Rabu (17/7/2012), berikut 15 hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meningkatkan kecerdasan intelektual anak, antara lain:

1. Sediakan sarapan sehat setiap pagi

Menurut penelitian yang dilakukan di Ulm University, Jerman, pelajar yang mengawali hari dengan sarapan pagi setiap harinya, memiliki memori yang tajam dan lebih waspada dibandingkan dengan pelajar lain yang melewatkan sarapan pagi.

Sebuah studi dari Inggris juga menemukan bahwa sarapan yang kaya karbohidrat kompleks membantu anak-anak mempertahankan kinerja mental, khususnya mempengaruhi perhatian dan memori.

Berikan sarapan sehat seperti buah, sereal gandum, susu rendah lemak dan makanan kaya protein seperti kacang-kacangan dan telur agar anak mendapatkan sumber utama bahan bakar yang dibutuhkan otak.

2. Berikan beberapa pertanyaan untuk memancing ide anak

Tanyakan kepada anak beberapa pertanyaan, seperti bagaimana harinya di sekolah, atau dimana liburan terbaik menurutnya. Hal ini akan mendorong anak Anda untuk memikirkan ide-ide baru yang dapat membantu menciptakan hubungan saraf baru di otak.

3. Bangun suasana keluarga yang hangat

Penelitian menunjukkan bahwa suasana emosional yang hangat dan stabil sangat penting untuk perkembangan fungsi kognitif dan ketrampilan anak. Sebaliknya, anak-anak dengan orang tua yang keras memiliki risiko yang lebih besar terhadap masalah ketrampilan.

4. Memprioritaskan jam tidur anak

Jika anak Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur, dirinya mungkin akan kehilangan kemampuan otak yang berharga.

Tidur mempengaruhi setiap aspek fungsi kognitif anak, termasuk perhatian, memori, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan cukup tidur lebih mungkin untuk berperilaku buruk di sekolah dan kesulitan memusatkan perhatian pada pelajaran.

Tetapkan waktu tidur yang konsisten dan waktu bangun untuk anak Anda, matikan TV, komputer atau perangkat lain dua jam sebelum anak berangkat tidur.

5. Penuhi asupan asam lemak omega-3 pada anak

Asam lemak omega-3 bermanfaat bagi otak dengan mengaktifkan area otak yang berpotensi mendorong peningkatan perhatian, memori dan aspek kognitif lainnya.

Berikan suplemen minyak ikan dan beberapa makanan lain yang diperkaya oleh asam lemak omega-3 dan DHA.

6. Ajak anak berolahraga

Aktivitas fisik yang teratur bermanfaat terhadap kesehatan secara keseluruhan dan juga fungsi otak.

Sebuah penelitian terbaru di Medical College of Georgia di Augusta menemukan bahwa ketika anak-anak yang kelebihan berat badan pada usia 7 sampai 11 dan berolahraga selama 20 atau 40 menit sehari, mengalami perbaikan fungsi kognitif otak setelah 13 minggu.

Hal tersebut terjadi karena gerak mengaktifkan daerah penting di otak yang mempengaruhi daya pikir anak. Ajak anak untuk melakukan olahraga pilihannya atau ajaklah anak bersepeda secara rutin.

7. Kenalkan permainan edukatif pada anak

Permainan seperti teka-teki membutuhkan ketrampilan, strategi dan memori otak untuk menyelesaikannya. Bermain permainan yang edukatif dapat membantu otak anak Anda menjalin hubungan saraf baru.

8. Batasi waktu anak menonton TV

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton TV dan bermain video game telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan, makan makanan tidak sehat dan hal lainnya yang berhubungan dengan masalah kesehatan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang menghabiskan lebih banyak waktu menonton TV selama minggu, tidak dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya di sekolah.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membatasi waktu menonton TV maksimal dua jam per hari.

9. Sediakan camilan sehat untuk anak

Makanan ringan dapat memberikan tambahan asupan pada otak, tetapi tergantung pada konten gizinya.

Para peneliti di University of Southern California Institute for Prevention Research menemukan bahwa kemampuan fungsi kognitif anak berhubungan negatif dengan asupan makanan ringan yang tinggi kalori dan berhubungan positif dengan asupan buah dan sayuran.

Anak-anak yang kurang makan tidak memiliki nutrisi yang tepat untuk perkembangan otak, sehingga penuhi kebutuhan makanan anak dengan emnyediakan makanan ringan yang sehat.

10. Ajak anak berlatih memainkan alat musik

Peneliti dari Perancis menyatakan bahwa pelatihan musik selama 6 bulan saja dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak.

Kemampuan membaca anak meningkat dan anak menjadi mudah menangkap arah pembicaraan orang lain. Pelatihan musik juga mendorong pengembangan saraf yang tercermin dalam pola tertentu dari gelombang otak.

11. Berikan asupan vitamin melalui buah dan sayuran

Buah dan sayuran yang sarat akan kandungan vitamin dan mineral dapat meningkatkan kesehatan phytochemical. Buah dan sayuran juga kaya antioksidan, yang melawan radikal bebas dan melindungi perkembangan otaknya.

Dalam studi di University of Southampton di Inggris menemukan bahwa anak yang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan memiliki skor IQ lebih tinggi baik secara keseluruhan maupun verbal.

12. Bantu anak mengatasi stres

Stres pada anak dapat mengganggu fungsi otaknya. Dalam sebuah penelitian terhadap anak-anak usia 9 sampai 12 tahun, para peneliti di University of Malaga di Spanyol menemukan bahwa anak yang merasa stres memiliki hasil ujian yang melibatkan kecepatan memori dan perhatian yang lebih buruk daripada anak-anak yang tidak stres.

Jika anak Anda cemas tentang suatu hal, ajak anak berkomunikasi dan selesaikan masalah yang dialamai anak bersama. Ajak anak melakukan hal-hal yang menyenangkan agar terhindar dari stres.

13. Kurangi kebisingan

Penelitian yang dilakukan di University of London menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan yang bising akan kesulitan dalam memahami buku yang dibacanya.

Sementara itu, peneliti dari Kyoto University di Jepang menemukan bahwa anak-anak yang secara konsisten terkena kebisingan memiliki nilai yang lebih rendah pada tes memori.

Jika lingkungan rumah Anda rentan dengan kebisingan eksternal, lakukan langkah-langkah seperti memasang jendela ganda, tirai yang berat dan alat peredam kebisingan.

14. Biarkan anak Anda mengakrabkan diri dengan alam

Menghabiskan waktu di luar rumah dapat meningkatkan fungsi otak anak Anda, terutama perhatian, konsentrasi, kontrol impuls dan memori.

Alam tampaknya meremajakan otak dengan memberikan kesempatan pada mental otot untuk beristirahat.

Biarkan anak bermain-main di alam setidaknya selama 20 menit sehari. Anak dapat menghabiskan waktu di alam dengan membaca buku di taman, bersepeda di jalanan yang ditumbuhi pepohonan, dan bermain sepak bola.

15. Rapikan rumah Anda

Keadaan rumah yang berantakan dan tidak teratur mengarah pada pikiran yang kacau. Penelitian menunjukkan bahwa keadaan rumah yang berantakan dapat mempengaruhi fungsi intelektual anak.

Anak-anak yang berkembang dalam lingkungan yang rapi dan terstruktur, memiliki daya pikir yang lebih cemerlang dan fokus.