Sebagian besar orangtua hanya memastikan bahwa anaknya telah mendapatkan
makanan terbaik dan makan secara teratur tanpa memperhatikan apakah
anaknya makan dalam jumlah yang tepat. Tanpa disadari anak dapat makan
dalam jumlah yang berlebihan dan meningkatkan risiko kegemukan.
Berikut 5 tanda yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak membuat anak makan berlebihan, seperti dilansir Parenting, Jumat (19/10/2012) antara lain:
1. Melambatnya kecepatan makan
Ketika
anak merasa perutnya telah cukup penuh, dirinya akan memperlambat
kecepatan makan atau berhenti makan sama sekali. Sehingga Anda perlu
memperhatikan tanda-tanda ini dan tidak memaksa anak menghabiskan
makanannya untuk mencegah anak makan berlebihan.
Jika kecepatan
makan anak mulai melambat, tunggu hingga beberapa menit untuk membiarkan
perut menyampaikan respon kenyang ke otak. Untuk menghindari
membuang-buang makanan, ambil porsi makan yang kecil dan menambahnya
sedikit demi sedikit jika anak tampak belum kenyang.
2. Anak tidak cukup lapar untuk makan karena kebanyakan ngemil
Jika
anak telah makan makanan ringan sebelum makan, dirinya tidak akan
merasa cukup lapar ketika waktu makan tiba dan cenderung
bermalas-malasan ketika makan.
Hal ini bukan hanya bergantung pada jumlah camilan saja, tetapi menurut studi dari University of North Carolina
menyatakan bahwa jenis camilan yang tinggi gula dan lemak seperti kue
dan keripik dapat membuat anak tidak bersemangat untuk makan besar.
Anda
perlu memperhatikan camilan apa yang tepat dan tidak mengganggu pola
makan anak. Camilan seperti buah stroberi atau apel tidak akan
mengganggu nafsu makan anak bahkan membuat anak makan lebih lahap.
3. Porsi makan anak hampir sama dengan porsi makan orangtua
Anak-anak
dan orang dewasa memiliki kebutuhan makan yang berbeda sehingga ukuran
porsinya juga harus dibedakan. Ukuran porsi makan yang baik adalah
sebesar ukuran telapak tangan dan berlaku untuk anak-anak juga.
Untuk makanan ringan, ukurlah porsinya dengan menggunakan satu tangan sekali ambil agar jumlahnya tidak terlalu banyak.
4. Menawarkan makanan ringan untuk meredakan tangis atau kemarahan anak
Ketika
anak sedang rewel atau marah bahkan menangis karena suatu hal, jangan
meredakannya dengan menawarkan makanan ringan. Yang benar-benar
dibutuhkan oleh anak adalah ketenangan yang dapat Anda berikan dengan
menawarkan minum, mendengarkan ceritanya atau memberikan pelukan.
Anak
mungkin hanya merasa bosan dan menginginkan perhatian Anda. Cobalah
untuk mengatasi masalah yang mendasarinya dan menghindari menyogok anak
dengan makanan ringan agar melupakan kemarahannya.
5. Pakaian anak mulai terlihat tidak nyaman
Jika
pakaian anak perlahan-lahan terlihat terlalu sempit dan tidak nyaman
meski panjangnya tetap, hal ini menunjukkan bahwa anak mengalami
penambahan berat badan yang tidak sehat. Penambahan berat badan yang
sehat di usianya sebagai tanda pertumbuhan disertai dengan penambahan
tinggi badan.
Ketika berat badan anak Anda makin meningkat
sementara tinggi badannya tetap sama, itu pertanda anak mengonsumsi
makanan lebih dari yang dibutuhkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar