Membuat anak untuk disiplin melakukan kewajibannya memang tidak mudah.
Kondisi ini bisa semakin parah ketika orangtua juga tidak konsisten
menerapkan peraturan yang mereka buat.
Ketidakonsistenan tersebut
bisa terjadi karena banyak hal, misalnya ketika Anda lelah atau stres.
Ketimbang semakin capek karena harus menghadapi anak yang marah saat
tidak menurut, Anda memilih membiarkannya melanggar aturan yang
sebenarnya sudah disepakati bersama.
Sal Severe, penulis buku
'How to Behave So Your Child Will Too' mengatakan bahwa sikap tidak
konsisten dapat membuat buah hati merasa ragu-ragu, tidak aman, dan
bingung. Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan dari Aviva Pflock,
penulis buku parenting yang menyatakan bahwa konsistensi sebenarnya
membuat anak-anak merasa nyaman.
Lalu apa saja yang dapat
orangtua lakukan untuk menjaga konsistensi ketika menerapkan disiplin
pada anak? Berikut triknya seperti dilansir dari Baby Center.
1. Tentukan Prioritas
Sesuatu
yang terlalu berlebihan tidak akan baik, begitu pula jika Anda berusaha
mendisiplinkan terlalu banyak peraturan sekaligus pada anak. Pilihlah
satu atau dua peraturan yang ingin Anda disiplinkan pada buah hati agar
Anda tidak kewalahan dalam menjalankannya sehingga dapat konsisten.
2. Bersabar
Saat-saat
awal anak memiliki kewajiban baru yang harus dilakukan, kadang mereka
tidak memahami betul bahwa peraturan tersebut harus mereka patuhi. Hal
ini wajar mengingat usia anak yang belum dewasa. Maka itu, bersabarlah
untuk menunggu terjadinya perubahan pada buah hati karena apa yang Anda
inginkan kadang tidak bisa Anda dapatkan secara mudah dan cepat.
3. Menulis Peringatan
Catatlah
beberapa peringatan yang harus Anda patuhi sendiri di tempat-tempat
yang tidak jauh dari pandangan seperti 'jangan berdebat' atau 'jangan
menyerah jika anak merengek'. Selain itu, selalu ingatkan diri Anda
sendiri tentang prinsip 3C yaitu Calm (tenang), Consistency
(konsistensi), dan Caring (perhatian).
4. Pertimbangkan Jangka Waktu
Semua
orang membutuhkan waktu, struktur, dan tidak dalam keadaan stress saat
melaksanakan konsistensi. Maka itu, janganlah menetapkan peraturan baru
tentang bagaimana si kecil harus disiplin tidur lebih awal setelah
liburan kenaikan kelas tepat sehari sebelum memulai tahun ajaran baru,
baru punya adik bayi atau akan pindah rumah.
5. Siap Menerima Perlawanan
Sebagaimanapun
Anda konsisten pada peraturan yang dibuat, tidak menutup kemungkinan
anak akan memberikan respon yang buruk dan berusaha kembali ke kebiasaan
lama. Jika hal tersebut terjadi, jangan merasa putus asa karena hal
tersebut normal. Terimalah perlawanan sementara yang dilakukan anak
karena dapat membuatnya tidak terlalu merasa frustasi sementara Anda
dapat tetap konsisten pada apa yang dijalani.
6. Meminta Bantuan
Saat
berkomitmen untuk mendisiplinkan buah hati, mintalah bantuan dari
pihak-pihak lain yang memiliki pengaruh bagi kehidupan anak untuk
mempermudah misi Anda mengubah sikap buruknya. Pihak-pihak yang bisa
Anda mintai bantuan antara lain teman Anda, guru sekolah atau guru les,
pengasuh, atau kakek-nenek.
7. Buat Pengecualian
Sesekali
buatlah pengecualian secara sengaja sebagai hadiah bagi anak yang
selalu disiplin. Misalnya saja membebaskan dia dari peraturan
membereskan kamar tidurnya selama ia menginap di rumah kakek-nenek. Hal
ini dapat meningkatkan kedisiplinan buah hati pada peraturan yang ada
karena ia merasa senang menjalankannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar